Kota Salatiga, Jawa Tengah, terkenal sebagai kota yang memiliki keanekaragaman kuliner lezat. Salah satu tempat makan yang sudah menjadi ikon kuliner di Salatiga adalah Rumah Makan Ayam Goreng Pak Lia. Di balik kesuksesan rumah makan ini, terdapat kisah inspiratif dari seorang wanita tangguh bernama Lia Setiawati.
Lia Setiawati lahir dan dibesarkan di Salatiga. Sejak kecil, ia sudah terbiasa membantu orang tuanya mengelola usaha warung makan sederhana di pinggir kota. Dedikasi dan tekad orang tuanya dalam membangun usaha banyak menginspirasi Lia untuk terus semangat dan bekerja keras. Namun perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Setelah menamatkan pendidikan SMA, Lia harus membantu ekonomi keluarga dan dituntut mandiri.
Pada tahun 2004, Lia Setiawati menikah dengan seorang lelaki bernama Pak Lia (nama panggilan akrab di lingkungan setempat). Pasangan tersebut memiliki impian untuk membuka restoran sendiri yang menghadirkan masakan ayam goreng khas Jawa Tengah dengan cita rasa yang autentik dan konsisten. Tahun 2005, mereka memulai usaha dengan modal seadanya, yaitu sejumlah tabungan hasil kerja Lia sebagai karyawan toko dan bantuan dari keluarga terdekat.
Awal membuka rumah makan, Lia dan suami menghadapi berbagai tantangan. Lokasi awal mereka di area yang belum ramai, alat masak seadanya, dan menu yang masih terbatas. Mereka hanya menyajikan ayam goreng sebagai menu utama dengan beberapa pelengkap seperti sambal, lalapan, dan nasi putih. Setiap pagi, Lia bangun lebih awal untuk menyiapkan bumbu khas, meracik bahan-bahan segar, dan memastikan setiap proses dilakukan dengan teliti agar kualitas makanan terjaga.
"Kami percaya, kelezatan ayam goreng bukan hanya dari resep rahasia, tapi juga dari konsistensi, kebersihan, dan pelayanan yang tulus kepada pelanggan," ujar Lia Setiawati.
Keistimewaan ayam goreng buatan Lia Setiawati terletak pada penggunaan bumbu rempah alami yang diolah sendiri. Dengan teknik marinasi selama beberapa jam, ayam goreng yang dihasilkan memiliki cita rasa gurih, lembut, dan renyah di bagian luar. Sambal yang menjadi pelengkapnya pun selalu dibuat segar setiap hari, dengan tingkat kepedasan yang pas bagi lidah orang Jawa Tengah.
Pelanggan mulai berdatangan, bukan hanya dari Salatiga, tetapi juga dari kota-kota sekitar seperti Semarang, Ungaran, dan Ambarawa. Banyak yang mengaku ketagihan dengan menu ayam goreng dan sambal khas Rumah Makan Pak Lia.
Lia Setiawati memiliki prinsip, bahwa usaha makanan akan maju jika terus berinovasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Selama perjalanan, Lia menambah beberapa menu lain seperti ayam bakar, lele goreng, lauk pauk tradisional, dan bahkan menu minuman yang menarik. Selain itu, Lia juga fokus pada customer service yang ramah dan memastikan lingkungan rumah makan tetap bersih serta nyaman.
Lia tidak ragu untuk belajar dari pengalaman orang lain. Dia mengikuti pelatihan kewirausahaan kuliner, aktif di komunitas UKM Salatiga, dan rutin menghadiri festival kuliner daerah yang memperluas jejaring bisnisnya. Lia juga memanfaatkan media sosial untuk promosi, sehingga lebih dikenal masyarakat luas.
Rumah Makan Ayam Goreng Pak Lia sering menjadi tempat langganan bagi keluarga, pelajar, dan pegawai kantor di Salatiga. Tidak jarang, rombongan wisatawan yang mengunjungi Salatiga juga menyempatkan waktu ke sana. Banyak pelanggan memberikan testimoni positif:
“Ayam gorengnya selalu fresh, sambal dan lalapan bikin makan jadi nikmat. Pelayanan cepat dan tempatnya bersih!”, kata Andi, pelanggan tetap sejak 2010.
Bukan hanya soal rasa, Lia juga dikenal karena kehangatan dalam melayani. Ia sering menyapa pelanggan, mendengarkan keluhan, dan menerima kritik dengan lapang dada. Hal ini membuat pelanggan merasa dihargai dan nyaman.
Seiring waktu, rumah makan ini berkembang pesat. Lia membuka cabang di kawasan strategis dekat kampus dan sekolah, serta meningkatkan kapasitas dapur. Lia memberdayakan masyarakat sekitar dengan merekrut pekerja lokal, pelatihan kerja, dan memberikan kesempatan kerja bagi ibu rumah tangga serta pemuda.
Usaha yang didirikan Lia Setiawati tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tapi juga memberi dampak sosial yang besar. Lia pernah membantu kegiatan sosial seperti donor darah dan bakti sosial, bekerjasama dengan komunitas setempat. Rumah makan Pak Lia turut mendukung program pemerintah seperti “Salatiga Bersih” dengan menjaga lingkungan sekitar tetap sehat dan rapi.
Berkat kerja keras dan inovasinya, Lia Setiawati menerima beberapa penghargaan dari pemerintah daerah dan media lokal. Tahun 2019, Rumah Makan Ayam Goreng Pak Lia dinobatkan sebagai “Kuliner Terbaik Salatiga” oleh Dinas Pariwisata. Lia juga menjadi narasumber pada seminar wirausaha dan motivasi di sejumlah universitas.
Pada 2023, Lia Setiawati memperoleh penghargaan “Pengusaha Wanita Inspiratif Jawa Tengah” dalam acara UKM Expo yang diselenggarakan di Semarang. Hal tersebut menjadi motivasi bagi banyak wanita lain untuk berani memulai bisnis dari nol.
Bagi Lia Setiawati, membangun bisnis kuliner bukanlah sekadar mengejar keuntungan. Ia percaya bahwa usaha yang dikelola dengan hati, ketekunan, dan kejujuran akan mendapat berkah dan menjadi manfaat bagi banyak orang. Lia menjadikan Rumah Makan Ayam Goreng Pak Lia sebagai tempat belajar, bertumbuh, dan bertemu berbagai kalangan.
Hingga tahun 2024, Rumah Makan Ayam Goreng Pak Lia semakin dikenal sebagai tempat wisata kuliner yang wajib dikunjungi di Salatiga. Menu andalan tetap ayam goreng dengan bumbu spesial, namun kini sudah ada lebih dari 25 menu pilihan. Kapasitas tempat duduk bertambah, ruang keluarga tersedia, dan area luar semakin luas untuk event atau gathering.
Lia dan keluarga terus berkomitmen menghadirkan makanan berkualitas serta pelayanan terbaik. Mereka menjaga tradisi, menjunjung nilai-nilai lokal, dan membangun keluarga besar dari para karyawan serta pelanggan setia.
Kisah sukses Lia Setiawati dan Rumah Makan Ayam Goreng Pak Lia di Salatiga merupakan bukti bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari hal-hal besar, tetapi dari kerja keras, keuletan, dan niat baik. Melalui semangat dan dedikasi, Lia membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pengusaha kuliner dan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Bagi Anda yang ingin mencicipi kuliner khas Salatiga, jangan lupa mampir ke Rumah Makan Ayam Goreng Pak Lia. Kisah Lia Setiawati menjadi inspirasi untuk selalu berjuang, berinovasi, dan berbagi kebaikan melalui usaha yang dijalani.