Kota Salatiga yang terletak di Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai kota yang damai dan nyaman untuk ditinggali. Namun, selain itu, kota ini juga menyimpan banyak kisah inspiratif, salah satunya adalah kisah sukses Dian Santosa dalam membangun bisnis “Dian Kue Basah”. Kisah Dian adalah contoh bagaimana ketekunan, inovasi dan semangat pantang menyerah bisa membawa seseorang dari titik nol menuju kesuksesan bisnis kuliner yang terkenal di Salatiga dan sekitarnya.
Dian Santosa lahir dan besar di Salatiga. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana, di mana sang ibu juga sering membuat kue basah untuk dikonsumsi sendiri atau dijual di pasar. Dari kecil, Dian sudah akrab dengan aneka resep tradisional seperti klepon, lupis, cenil, dan berbagai jajanan pasar lainnya. Namun, ia belum pernah membayangkan akan membuka usaha sendiri dalam bidang kuliner, apalagi dengan modal yang sangat terbatas.
Tahun 2015 menjadi awal Dian merintis usaha. Saat itu ia sedang mencari tambahan penghasilan karena suami kehilangan pekerjaan. Berbekal keahlian membuat kue basah, Dian mencoba menawarkan kue buatannya kepada tetangga dan teman-teman gereja. Awalnya hanya menerima pesanan untuk acara arisan dan ulang tahun, namun dari mulut ke mulut, reputasi Dian mulai berkembang.
Setelah 6 bulan, Dian mulai mendapat pesanan yang semakin banyak. Ia pun memutuskan untuk membangun dapur produksi kecil di belakang rumahnya. Dengan dibantu satu orang tetangga, Dian mampu memproduksi hingga 100 kotak kue basah setiap minggu. Ia juga mulai menjual melalui media sosial Facebook dan Instagram, serta menawarkan kepada warung-warung sekitar Salatiga.
Inovasi menu dan kemasan menjadi salah satu kunci Dian mampu bersaing dengan produsen kue basah lainnya. Dian tidak hanya menjual secara langsung, tetapi juga menyediakan kemasan khusus untuk hajatan, penyelenggaraan seminar, dan acara-acara perusahaan lokal.
Di tahun 2018, Dian mulai benar-benar memanfaatkan media sosial untuk promosi. Ia membuat akun Instagram @diankuebasah_salatiga, mendesain foto-foto produk dengan tampilan menarik, dan memasang kontak WhatsApp untuk pemesanan cepat. Dian belajar cara memasarkan produk secara online, mulai dari membuat caption yang menggugah selera hingga beriklan di marketplace Shopee dan Tokopedia.
Tidak hanya itu, Dian juga mengikuti pelatihan UMKM dan acara bazar yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Salatiga. Dari sana, ia mendapatkan banyak jejaring pelanggan baru, termasuk dari luar Jawa Tengah. Dengan pelayanan ramah dan produk berkualitas, “Dian Kue Basah” menjadi salah satu bisnis jajanan pasar yang paling banyak dibicarakan di Salatiga.
Setiap perjalanan sukses pasti ditemukan tantangan. Dian pernah menghadapi masa sulit ketika pandemi COVID-19 melanda di tahun 2020. Pesanan turun drastis, dapur produksi terpaksa dikurangi, dan bahan baku menjadi mahal. Namun, Dian tidak menyerah. Ia justru memutuskan untuk berinovasi dengan membuat paket kue basah yang bisa dikirim ke luar kota dengan kemasan food-grade.
Ia juga menawarkan promo bundling dan diskon khusus untuk pelanggan tetap. Selain itu, Dian mulai menambah varian kue basah, seperti onde-onde, kue lumpur dan kue talam. Konsistensinya dalam menjaga kualitas membuat pelanggan tetap bertahan walaupun kondisi ekonomi sedang sulit.
Kini, Dian Kue Basah sudah menjadi UMKM yang dikenal tidak hanya di Salatiga, tetapi juga di Semarang, Solo hingga Yogyakarta. Dian telah membuka lapangan pekerjaan untuk 8 orang karyawan tetap dan beberapa tenaga paruh waktu. Ia juga rutin mengikuti pelatihan pengembangan bisnis dan kuliner agar produknya selalu inovatif dan sesuai dengan selera pasar.
Dian tidak pernah segan berbagi ilmu dengan pelaku UMKM pemula. Ia kerap diundang sebagai narasumber di acara pelatihan wirausaha dari Dinas Koperasi dan UKM Salatiga. Menurut Dian, semangat berbagi dan kolaborasi adalah kunci untuk kemajuan usaha mikro.
Berkat konsistensinya, Dian telah menerima beberapa penghargaan, antara lain:
Dian berharap bisnisnya dapat terus berkembang dan mewadahi lebih banyak pekerja. Ia juga bercita-cita agar kue basah tradisional tetap lestari di era modern. Dengan tekad dan kerja keras, Dian yakin “Dian Kue Basah” akan semakin dikenal di seluruh Indonesia.
Kisah Dian Santosa membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk sukses. Keberanian memulai dengan modal kecil, ketekunan dalam menjaga kualitas, serta adaptasi terhadap era digital adalah kunci utama. Dian telah memberikan inspirasi bagi masyarakat Salatiga dan pelaku UMKM lainnya, membuat kue basah tidak hanya sebagai tradisi, tetapi juga sebagai produk bisnis yang menjanjikan.
Kisah Dian Santosa dan “Dian Kue Basah” di Salatiga adalah kisah nyata bahwa UMKM bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus menjadi penyebar semangat kewirausahaan. Dengan inovasi, digitalisasi, dan dedikasi, bisnis kue basah tradisional bisa bersaing di era modern.
Semoga kisah Dian menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk bermimpi, berusaha, dan berjuang demi masa depan yang lebih baik.